Cara Mengobati Benjolan Kanker Payudara - Solusi Herbal Alami

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS

Cara Mengobati Benjolan Kanker Payudara

Cara Mengobati Benjolan Kanker Payudara

Daerah payudara anda terasa ada benjolannya? anda sudah tau, anda menderita penyakit apa? Anda sudah yakin? Jika belum yakin, maka kami sarankan untuk membaca artikel di bawah ini.!!!

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang sangat mematikan dan merupakan pembunuh nomor 1 (satu) di dunia, sehingga kita tidak heran apabila penyakit kanker ini sangat ditakuti oleh wanita di dunia.

Walaupun demikian, penyakit kanker payudara juga bisa menyerang kaum pria. Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan mencari pengetahuan seputar penyakit kanker payudara, salah satunya ialah dengan mengetahui gejala penyakit kanker payudara. Untuk konsultasi langsung silahkan hubungi kustomer servis kami. Namun sebelumnya, kita baca terlebih dahulu artikel tentang kanker di bawah ini.!!!

Hubungi Kami :
0812 2525 5587 (WA/TLP/SMS)
0877 2848 8118 (WA/TLP/SMS)

Kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk pada tahun 2012, menurut data di organisasi kesehatan dunia (WHO). Dibandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, kanker payudara di Indonesia lebih banyak diderita oleh wanita usia muda dan pada tahap yang lebih lanjut.
Kanker payudara tidak hanya menyerang kaum wanita tapi juga pria walaupun jarang.

Dua di antara tiga wanita yang mengidap kanker payudara berusia di atas 50 tahun. Saat Anda menyadari adanya gejala kanker payudara, Anda dianjurkan untuk segera mengonsultasikannya ke dokter. Setelah pemeriksaan, dokter biasanya merujuk Anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis.
Kanker payudara umumnya terbagi dalam dua kategori, yaitu non-invasif dan invasif. Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:

  • Kanker Payudara InvasifBentuk paling umum dari kanker payudara invasif adalah kanker payudara duktal invasif yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Kata invasif berarti kanker ini dapat menyebar di luar payudara. Sekitar 80 persen dari semua kasus kanker payudara invasif merupakan jenis semacam ini.
    Jenis kanker payudara invasif lain meliputi:
  1. Kanker payudara lobular invasif. Penyakit ini berkembang pada kelenjar penghasil susu yang disebut lobulus.
  2. Kanker payudara terinflamasi.
  3. Kanker Paget pada payudara.Jenis-jenis kanker ini juga dikenal sebagai kanker payudara sekunder atau metastasis. Jenis ini dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Penyebarannya biasanya melalui kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang menyaring bakteri dari tubuh) atau aliran darah.
  • Kanker Payudara Non-InvasifBentuk kanker non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Jenis ini juga sering disebut pra kanker. Tipe yang paling umum dari kanker ini adalah duktal karsinoma in situ. Jenis kanker payudara ini bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Penyebab Kanker Payudara Pada Wanita

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Sulit untuk memastikan bahwa tiap penderita memiliki penyebab yang sama atau tidak. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko terkena kanker payudara, antara lain:

  • Dampak Diagnosis Kanker Payudara yang Sebelumnya
    Jika Anda pernah mengidap kanker payudara atau terjadi perubahan sifat sel kanker non-invasif yang terkandung di dalam saluran payudara menjadi sel kanker invasif, Anda dapat kembali terkena kanker pada payudara yang sama atau pada payudara satunya.
  • Pengaruh Benjolan Jinak yang Pernah Dimiliki
    Memiliki benjolan jinak bukan berarti Anda mengidap kanker payudara, tetapi benjolan tertentu mungkin bisa meningkatkan risiko Anda. Perubahan kecil pada jaringan payudara Anda, seperti pertumbuhan sel yang tidak lazim dalam saluran atau lobulus, bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker payudara.
  • Pengaruh Genetika dan Riwayat Kesehatan Keluarga
    Jika Anda memiliki keluarga inti (misalnya, ibu, kakak, adik atau anak) yang mengidap kanker payudara atau ovarium, risiko Anda untuk terkena kanker payudara akan meningkat. Tetapi kanker payudara mungkin juga muncul lebih dari sekali dalam satu keluarga secara kebetulan.
    Umumnya kasus kanker payudara bukan dikarenakan faktor keturunan (hereditas), tetapi mutasi gen tertentu yang dikenal dengan nama BRCA1 dan BRCA2 dapat mempertinggi risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Jenis kanker ini juga mungkin diturunkan orang tua kepada anak.
  • Risiko Paparan Radiasi
    Risiko Anda untuk terkena kanker payudara juga bisa meningkat jika sering terpapar radiasi atau akibat prosedur medis tertentu yang menggunakan radiasi seperti rontgen dan CT scan.
  • Risiko Paparan Estrogen
    Risiko terkena kanker payudara akan sedikit meningkat akibat tingkat paparan terhadap estrogen dalam tubuh. Contoh:
  1. Jika Anda tidak memiliki keturunan atau melahirkan di usia lanjut. Hal ini akan meningkatkan risiko kanker payudara karena paparan terhadap estrogen tidak terhalang oleh proses kehamilan.
  2. Jika Anda mengalami masa menstruasi yang lebih lama (misalnya, mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun atau mengalami menopause setelah usia 55 tahun).
  • Pengaruh Terapi Penggantian Hormon
    Terapi penggantian hormon kombinasi memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada terapi penggantian hormon estrogen. Tetapi keduanya tetap dapat mempertinggi risiko terkena kanker payudara.Di antara 1.000 wanita yang menjalani terapi hormon kombinasi selama 10 tahun, diperkirakan akan ada 19 kasus kanker payudara lebih banyak dibanding kelompok wanita yang tidak pernah menerima terapi hormon. Risiko ini juga akan meningkat seiring durasi terapi, tapi akan kembali normal setelah Anda berhenti menjalaninya.
  • Pengaruh Kelebihan Berat Badan Atau Obesitas
    Kelebihan berat badan setelah menopause dapat menyebabkan peningkatan produksi estrogen sehingga risiko kanker payudara akan meningkat.
  • Konsumsi Minuman Keras
    Sebuah penelitian telah dilakukan terhadap 200 wanita pengonsumsi minuman keras dan 200 wanita bukan pengonsumsi minuman keras. Hasilnya menyatakan bahwa anggota kelompok pengonsumsi minuman keras bisa terserang kanker sebanyak tiga orang lebih banyak. Risiko kanker payudara akan meningkat seiring banyaknya jumlah minuman keras yang dikonsumsi.

Gejala Penyakit Kanker Payudara

Penting bagi kitra khsusnya bagi para wanita untuk mengenal dan mengetahui lebih detail, lebih jelas tentang gejala penyakit kanker payudara, agar bisa terhindar dari ganasnya kanker payudara. Sehingga ketika anda menemukan beberapa gejala tersebut, anda bisa dengan segera melakukan tindakan cepat dan tepat. Dan berikut ini adalah beberapa gejala kanker payudara :

  1. Kulit payudara mengerut
  2. Puting susu masuk ke dalam (retraksi)
  3. Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan. Makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.
  4. Kulit payudara berubah warna, dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk
  5. Salah satu puting susu tiba-tiba lepas/hilang
  6. Bila tumor sudah besar, muncul rasa sakit yang hilang-timbul
  7. Kulit payudara terasa seperti dibakar
  8. Payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain (keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu) padahal anda tidak menyusui.
  9. Tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara.

Nah ketika salah satu hal tersebut kita atau orang terdekat kita mengalami, maka segera lakukan tindakan yang referensi sehingga penyakit tersebut segera bisa ditangani dan dampak ataupun resiko terburuk bisa dikurangi bahkan dihindari.

Diagnosis Penyakit Kanker Payudara

Pada umumnya, kanker payudara didiagnosis melalui pemeriksaan rutin atau ketika penderitanya menyadari gejala-gejala tertentu yang akhirnya menjadi pendorong untuk ke dokter.Pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mengonfirmasi diagnosis kanker payudara.

Jika menemukan benjolan pada payudara Anda, dokter akan menganjurkan beberapa prosedur untuk memastikan apakah Anda menderita kanker payudara atau tidak.

  1. Mamografi. Pemeriksaan dengan mamografi umumnya digunakan untuk mendeteksi keberadaan kanker.
  2. USG. Jenis pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan apakah benjolan pada payudara berbentuk padat atau mengandung cairan.
  3. Biopsi. Pemeriksaan ini meliputi proses pengambilan sampel sel-sel payudara dan mengujinya untuk mengetahui apakah sel-sel tersebut bersifat kanker. Melalui prosedur ini, sampel biopsi juga akan diteliti untuk mengetahui jenis sel payudara yang terkena kanker, keganasannya serta reaksinya terhadap hormon.

Saat didiagnosis positif mengidap kanker, Anda memerlukan sejumlah pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui stadium dan tingkat penyebaran kanker. Di antaranya:

  1. MRI dan CT scan.
  2. Rontgen dada.
  3. Pemeriksaan tulanguntuk mengecek apakah kanker sudah menyebar ke tulang.
  4. Biopsi kelenjar getah bening (noda limfa) di ketiak. Jika terjadi penyebaran kanker, kelenjar getah bening pertama yang akan terinfeksi adalah noda limfa sentinel.Lokasinya bervariasi jadi perlu diidentifikasikan dengan kombinasi isotop radioaktif dan tinta biru.

Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan yang akan menunjukkan reaksi kanker pada jenis-jenis pengobatan tertentu. Di antaranya:

  • Pemeriksaan HER2
    Kanker yang dirangsang oleh protein, disebut dengan HER2 (human epidermal growth factor receptor 2), dapat ditangani dengan obat-obatan yang memblokir efek HER2. Jenis pengobatan ini disebut terapi biologis atau molekul.
  • Pemeriksaan reseptor hormon
    Pertumbuhan sel kanker payudara juga mungkin dipicu oleh hormon alami tubuh, misalnya estrogen dan progesteron. Sampel sel kanker akan diambil dari payudara dan diuji untuk melihat reaksinya pada estrogen atau progesteron. Jika hormon menempel pada sel kanker, yaitu pada reseptor hormon, sel tersebut akan disebut sebagai reseptor hormon positif.

Lalu apa stadium untuk penyakit kankier apa saja dok?
Stadium Kanker Payudara

Stadium menjelaskan ukuran kanker dan tingkat penyebarannya. Kanker payudara duktal non-invasif terkadang digambarkan sebagai Stadium 0. Stadium lainnya menjelaskan perkembangan kanker payudara invasif. Dokter akan menentukan stadium kanker setelah Anda didiagnosis positif terkena kanker.

  1. Pada stadium 1_Ukuran tumor kurang dari 2 cm. Tumor tidak menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak dan tidak ada tanda-tanda penyebaran kanker ke bagian lain tubuh.
  2. Pada stadium 2_Ukuran tumor 2-5 cm atau tidak ada penyebaran ke kelenjar getah bening, atau keduanya. Tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh.
  3. Pada stadium 3_Ukuran tumor 2-5 cm. Tumor mungkin menempel pada kulit atau jaringan di sekitar payudara. Kelenjar getah bening di ketiak terinfeksi, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh.
  4. Pada stadium 4_Tumor dengan segala ukuran dan sudah menyebar ke bagian lain tubuh (metastasis).

Saran Pengobatan Penyakit Kanker Payudara

Maka dari itu kami beritahukan lagi kepada Anda yang mempunyai benjolan di sekitar payudara, alangkah baiknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah itu benjolan biasa atau benjolan kanker payudara. Untuk mencegah hal supaya tidak terjadi masalah yang lebih serius lagi, segeralah Anda melakukan pengobatan tahap awal dan jangan sampai menunggu benjolan itu berubah berbahaya dan lebih serius lagi.

Anda beruntung sekali menemukan website kami de Nature Center pusat pengobatan herbal terbesar yg ada di Indonesia. Bagi anda yang telah berobat kesana-kemari belum kunjung sembuh, jangan putus asa. Kini anda menemukan jalan yang bagus sebagai penyembuhan penyakit diabetes yang sedang anda derita. Herbal diabetes terdiri dari kapsul undiabets dan kapsul pipeca, kedua herbal ini merupakan kombinasi paling tepat untuk membantu menyembuhkan penyakit diabetes dan menurunkan kadar gula tinggi pada tubuh anda.

Nomer registrasi BPOM:
Kapsul Typhogell: TR173399941
Kapsul Ziirzax: TR163395021

Jika tidak segera diobati, penyakit diabetes bisa berbahaya dan bisa berujung kepada kematian. Penderita diabetes yang sedang dalam masa pengobatan harus menghindari pantangan-pantangan makanan, insyaallah bisa mengurangi tingkat resiko kanker payudara.

Tata Cara Pembelian:

Contoh Format Pemesanan: Nama # Alamat Lengkap # Obat Paket Pesanan # Jumlah Pesanan # Bank Yang Akan Di Gunakan (BCA,BRI,BNI,MANDIRI) Contoh: ANDRE # JL.GARUDA NO 277 JAKARTA # OBAT KANKER # PAKET 1 MINGGU # BANK BCA

Transfer Via Bank Di Bawah Ini:

Setelah Anda Melakukan Pembayaran Segera Konfirmasikan via SMS/WA

Contoh Konfirmasi Pembayaran: Dani Saputra # Jl. Garuda No 2546 Kemayoran Jakarta Pusat # 085 869 978 978 # 1 Paket Obat kanker # Sudah Transfer Rp.1500.000 Via BCA An.Sugeng

Agar pesanan Anda bisa segera diproses, segera konfirmasikan pembayaran Anda Via SMS ke 0877 2848 8118

Cara Mengobati Benjolan Kanker Payudara
Artikel "Cara Mengobati Benjolan Kanker Payudara" ditulis oleh admin update terakhir pada 6th Juli 2017 Categories: Kanker Payudara Tags: , , , , , , , , permalinks http://selusiherbal.com/2017/07/06/cara-mengobati-benjolan-kanker-payudara/ di Solusi Herbal Alami

Related Posts:

Leave your comment here:

You must be logged in to post a comment.

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS


2014 - Solusi Herbal Alami