Cara Mengobati Kanker, Tumor, Kista Dan Miom Secara Alami - Solusi Herbal Manjur

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS

Cara Mengobati Kanker, Tumor, Kista Dan Miom Secara Alami

Cara Mengobati Kanker, Tumor, Kista Dan Miom Secara Alami

Anda menderita penyakit kanker? Tumor? Kista? Miom? Segeralah lakukan proses pengobatan, karena penyakit tersebut sangat berbahaya. Pada postingan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai Cara Mengobati Penyakit Kanker, Tumor, Kista Dan Miom Secara Alami.

Penyakit Kanker

Kanker merupakan suatu kondisi dimana terjadinya pertumbuhan sel tubuh yang tidak normal. Kanker terbagi menjadi dua kategori. Pertama termasuk ke dalam kelompok tumor ganas, yaitu pertumbuhan sel yang tidak wajar hingga menyebar dan bahkan menyerang ke bagian tubuh lainnya. Yang satu lagi dimasukkan ke dalam kelompok tumor jinak, yaitu sel kanker yang tidak menyerang bagian tubuh lain.

Open Konsultasi 24 Jam
0813 9388 8301 [WhatsApp/TLP/SMS]
0812 2525 5587 [WhatsApp Only]
0819 7722 6071 [TLP/SMS]

Penyakit Tumor

Tumor adalah pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal. Sel merupakan unit terkecil yang menyusun jaringan tubuh manusia. Masing-masing sel mengandung gen yang berfungsi untuk menentukan pertumbuhan, perkembangan, atau perbaikan yang terjadi dalam tubuh.

Ada beberapa gen yang berfungsi untuk mengontrol apakah suatu sel harus mati, membelah diri (bertambah banyak), atau berubah untuk menjadi bentuk tertentu (contoh: sel saraf atau sel otot). Apabila terjadi suatu perubahan (mutasi) pada gen-gen tersebut, maka kontrol pertumbuhan sel pun akan terganggu.

Pada kondisi ini, sel-sel tua tidak mati walaupun sudah saatnya, dan sel-sel baru akan terbentuk meskipun tubuh tidak memerlukannya. Akibatnya, kumpulan sel-sel tambahan ini akan membentuk suatu massa, atau yang biasa disebut dengan tumor.

Ketika mendengar kata tumor, banyak orang yang menduga bahwa penyakit ini pasti mematikan. Tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tumor terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar atau menyerang bagian lain. Sementara tumor ganas atau yang sering disebut kanker adalah tumor yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak juga biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, sedangkan tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kambuh.

Penyakit Kista

Kista merupakan terbentuknya kantung berisi cairan pada bagian tubuh dimana pada wanita yang tersering adalah kista ovarium atau kista pada indung telur dan juga kista bartholin. Kista sendiri tidak hanya timbul pada bagian kewanitaan saja tetapi juga bisa timbul di bagian tubuh lain seperti kista ginjal, kista payudara dan lainnya.

Penyakit kista umumnya diderita oleh wanita yang menginjak sudah 25 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan wanita kurang dari 25 tahun juga dapat menderita penyakit kista ovarium. Hal ini disebabkan karena kebiasaan kebiasaan buruk yang dilakukan seperti halnya merokok, minum minuman beralkohol, diet yang tidak sehat dan kurang gerakan badan atau aktivitas fisik serta kekurangan gizi.

Penyakit kista ovarium disebabkan karena ketidak seimbangan hormon sexs. Hal ini karena dapat mempengaruhi siklus menstruasi normal yang berakibat pada pembentukan kista kecil di ovarium yang dapat mempengaruhi fungsi normal dari sistem reproduksi. Penyakit kista harus di waspadi oleh wanita karena dapat mengakibatkan wanita menghambat untuk mempunyai anak.

Penyakit Miom

Miom adalah pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom dikenal juga dengan nama mioma, uteri fibroid, atau leiomioma. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Sebuah mioma uteri juga disebut (fibroid, leiomioma, leiomyomata, dan fibromyoma) adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam jaringan otot rahim. Ada baik dapat menjadi salah satu mioma dominan dalam rahim, atau sekelompok banyak mioma kecil. Kisaran miom uterus ukuran dari yang lebih besar daripada melon untuk sekecil koin.

20-50% dari wanita usia subur memiliki mioma uteri. Sementara banyak wanita tidak mengalami masalah apapun, gejala dapat cukup parah jika tidak segera di obati. Biasanya dokter akan memerlukan operasi untuk pengangkatan miom yang tumbuh dirahim anda, namun kini telah banyak tersedia obat miom yang terbuat dari bahan herbal alami, yang sangat aman dan ampuh bagi tubuh anda tanpa harus melakukan operasi pengangkatan miom, jika miom tidak segera diatasi maka akan bertumbuh besar Misalnya, mioma yang sangat besar dapat menyebabkan rahim meregang dan melebar seperti orang hamil 6 bulan.

Ukuran miom sangat bervariasi, ada yang sekecil biji dan ada juga yang berukuran besar hingga mengakibatkan rahim membesar. Dalam satu periode, miom yang muncul mungkin hanya satu, namun bisa juga muncul beberapa secara sekaligus.

Jenis miom yang ada dibedakan berdasarkan lokasi tumbuhnya miom, terbagi seperti berikut ini:

  1. Fibroid intramural. Miom jenis ini tumbuh di antara jaringan otot rahim. Lokasi ini merupakan tempat yang paling umum terbentuknya miom.
  2. Fibroid subserous. Miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim, ke rongga panggul. Jenis ini bisa tumbuh menjadi sangat besar.
  3. Fibroid submucous. Miom ini tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim. Jika sampai tumbuh, miom ini bisa menyebabkan pendarahan parah saat menstruasi dan komplikasi serius lainnya.
  4. Fibroid pedunculated. Miom jenis ini tumbuh di batang kecil di dalam atau di luar rahim.

Penyebab Kanker, Tumor, Kista Dan Miom

Penyebab Kanker

Kanker dapat menimpa siapa saja. Namun ada beberapa orang yang memang lebih rentan terkena penyakit mematikan ini. Lalu apa penyebab kanker yang sebenarnya? Kanker terjadi karena perubahan gen pada sel-sel tubuh, yang disebabkan karena pengaruh interaksi dengan agen eksternal. Agen-agen eksternal itu sering disebut juga dengan istilah karsignogen.

Karsinogenlah yang dapat menjadi pemicu tumbuhnya kanker. Karsinogen dapat dibedakan sebagai berikut:

  • Karsinogen Kimiawi
    Karsinogen kimiawi berasal dari bahan-bahan kimia yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti asap rokok, polusi udara, merkuri pada produk-produk kecantikan, alkohol, dan masih banyak bahan-bahan kimia yang lain. Oleh karena itu, orang yang bekerja pada industri dengan penggunaan bahan kimia yang tinggi sangat rentan untuk terpicu penyakit kanker.Oleh sebab itu, pentng sekali untuk menghindari kebiasaan buruk merokok dan minum alkohol berlebihan, serta memakai produk-produk yang mengandung bahan kimia, terutama yang berbahaya. Tidak hanya kosmetik, namun makanan juga rentan sekali terkena kontaminasi zat-zat kimia yang merugikan. Contohnya, bahan untuk mengawetkan makanan dan pestisida. Selain itu, cara memasak juga dapat menghasilkan zat karsinogen, seperti daging yang dipanggang, minyak bersuhu panas, dan makanan yang diawetkan. Memasak dengan merebus dan mengukus labih dianjurkan. Bersihkan juga sayur dan buah yang rentan terpapar pestisida sebelum dikonsumsi.
  • Karsinogen Biologis
    Karsinogen ini berasal dari agen-agen biologis seperti bakteri, virus, dan parasit yang menyerang tubuh. Ada beberapa kanker yang awal mulanya adalah serangan bakteri, virus, atau parasit di dalam tubuh, yang dalam jangka waktu tertentu tumbuh menjadi kanker. Misalkan saja kanker serviks yang berawal dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV) pada organ reproduksi. Di samping itu ada juga kanker lambung yang disebabkan bakteri Helicobater dan kanker kandung kemih dari parasit Schistosomiasis.Menjaga kebersihan sangatlah penting untuk mencegah agen-agen biologis ini menyerang organ tubuh. Di samping itu, seks bebas juga menambah resiko penyebaran dan penularan penyakit semacam ini.
  • Karsinogen Fisik
    Contoh dari karsinogen fisik adalah radiasi sinar ionisasi dan sinar ultraviolet. Radiasi sinar ionisasi digunakan dalam pembangkit listrik tenaga nuklir, rontgen, dan ledakan bom atom. Radiasi ini jangkauannya sangat luas. Radiasi sinar ultraviolet dapat dikurangi dengan melindungi kulit menggunakan lotion yang mengandung SPF.
  • Umur
    Kebanyakan kanker menyerang di atas usia 45 tahun. Bukan berarti anda kebal jika berusia di bawah itu, namun hal ini berarti semakin anda berumur semakin anda harus memperbaiki faktor-faktor yang bisa merugikan kesehatan tubuh anda.
  • Kebiasaan buruk
    Merokok (meningkatkan resiko kanker paru-paru), konsumsi alkohol yang berlebihan telah dikaitkan dengan kanker, menggunakan obat-obatan terlarang juga memainkan peran dalam beberapa jenis kanker.
  • Diet
    Asupan tinggi lemak dikaitkan dengan kanker payudara, usus besar, ovarium, ginjal, paru-paru, dan endometrium; asupan serat yang rendah dikaitkan dengan tingkat resiko terkena kanker usus besar yang lebih tinggi; peningkatan asupan fitoestrogen dapat dikaitkan dengan tingkat resiko kanker payudara yang lebih rendah.
  • Tingginya kadar estrogen dapat menjadi pertanda meningkatnya risiko terkena kanker reproduksi, seperti payudara dan endometrium.
  • Kurang olahraga
    Waktu yang sebagian besar dihabiskan di atas tempat duduk dihubungkan dengan peningkatan resiko terkena berbagai macam kanker. Untungnya, menjadi lebih aktif adalah perbaikan yang bisa dengan mudah dilakukan oleh kebanyakan orang.

Penyebab Tumor

Hingga saat ini, penyebab tumbuhnya tumor masih belum diketahui secara pasti. Tumor jinak dan ganas memiliki penyebab dan faktor risiko yang hampir sama, antara lain:

  • Merokok
    Merokok seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker sel darah putih (leukimia), serta kanker pada berbagai organ lain seperti kerongkongan (esofagus), paru, mulut, pankreas, ginjal, dan lambung. Di Amerika Serikat tercatat bahwa merokok bertanggung jawab terhadap 30% dari seluruh kematian akibat kanker.
  • Infeksi
    Ada sejumlah virus dan bakteri memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker, antara lain:
  1. Human papillomavirus (HPV) yang meningkatkan risiko kanker mulut rahim (serviks), penis, vagina, anus, dan orofaring.
  2. Virus hepatitis B dan hepatitis C yang meningkatkan risiko kanker hati.
  3. Epstein-Barr virus yang meningkatkan risiko limfoma Burkitt.
  4. Helicobacter pylori yang meningkatkan risiko kanker lambung.
  • Radiasi
    Terdapat dua jenis radiasi yang diduga berpotensi meningkatkan risiko kanker, yakni radiasi ultraviolet dari sinar matahari serta radiasi ion dari peralatan medis seperti sinar-X, CT scan, fluoroskopi, dan radiasi terapi nuklir.

Penyebab Penyakit Kista

Penyebab penyakit kista pada wanita salah satunya adalah karena terjadinya polusi udara atau debu. Dioksin dari asap pabrik maupun kendaraan bermotor menyebabkan turunnya daya tahan tubuh seseorang yang juga bisa memicu tumbuhnya kista. Makanan yang bersifat karsinogenik juga dapat memicu tumbuhnya kista yang dikarenakan residu makanan yang mencemari sel tubuh.

Disamping itu makanan yang mengandung lemak berlebih atau lemak tidak sehat dapat mengakibatkan zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme tubuh yang menyebabkan meningkatnya produksi hormon testosteron secara berlebih.

Lebih khusus akan dibahas mengenai penyebab penyakit kista pada wanita yang menyerang rahim atau ovarium. Kista rahim yaitu benjolan yang berbentuk seperti kantung kecil berisi cairan yang berkembang pada rahim seseorang.

Penyebab penyakit kista rahim diantaranya adalah kegagalan folikel (kantong telur) berovulasi. Dalam siklus reproduksi wanita, satu kantong telur dalam indung telur akan mengalami ovulasi pada setiap bulannya.

Folikel yang telah kehilangan sel telur secara normal akan mengalami degenerasi dan hilang diserap oleh tubuh. Namun terkadang saat folikel mengeluarkan indung telur mengalami kegagalan. Jika sering mengalami hal ini dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, kantong telur yang gagal berovulasi dapat tumbuh menjadi kista.

Penyebab kista rahim selanjutnya adalah terjadinya menstruasi pada usia muda yaitu 11 tahun kebawah. Orang ini akan rentan mengalami kista. Penyebab keempat adalah infertilitas, yaitu kegagalan untuk hamil pada pasangan suami istri setelah mengalami masa hubungan suami istri diatas satu tahun dengan intensitas 2-3 kali dalam seminggu tanpa alat kontrasepsi.

Penyebab lainnya adalah penggunaan kontrasepsi oral yaitu penundaan kehamilan dengan menggunakan pil KB guna mencegah produksi indung telur selama masa ovulasi. Penggunaan KB ini termasuk jenis hormon dan bagi yang tidak cocok dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormon.

Penyebab Munculnya Miom

Hingga kini, penyebab kemunculan miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Biasanya miom muncul pada usia sekitar 16-50 tahun, saat kadar estrogen dalam diri wanita sedang tinggi-tinggnya. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita memiliki miom pada usia yang sama, yaitu di antara usia 30-50 tahun.

Miom lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas. Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat. Selain itu, faktor keturunan juga berperan dalam kasus miom. Wanita dengan ibu dan saudara perempuan yang pernah mendapatkan miom akan cenderung memiliki miom.

Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom adalah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Risiko seorang wanita mengalami miom akan menurun setelah melahirkan anak. Risiko itu akan semakin kecil jika memiliki lebih banyak anak.

Gejala Penyakit Kanker, Tumor, Kista Dan Miom

Gejala Kanker

Cara terbaik menangani kanker adalah mendeteksi gejala paling awal yang telah atau mungkin berkembang di dalam tubuh. Meskipun sebagian besar gejala ini dapat bersifat sangat umum, tapi memeriksakannya lebih awal dapat membuat perbedaan besar. Luangkanlah waktu untuk memeriksa apa pun gejala-gejala yang ada.

  • Perubahan pada Kulit
    Kanker kulit dapat ditandai dengan adanya perubahan pada ukuran, warna, dan bentuk tahi lalat atau permukaan kulit lain. Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa:
  1. Pertumbuhan rambut yang berlebihan.
  2. Hiperpigmentasi atau warna kulit menjadi lebih gelap.
  3. Kulit dan mata menjadi kekuningan.
  4. Eriterma atau kulit berwarna kemerahan.
  5. Gatal-gatal.
  6. Kulit memar tanpa sebab yang jelas.

Benjolan pada kulit yang tidak kunjung hilang juga patut diwaspadai. Perubahan pada kelenjar getah bening yang sering ditandai dengan adanya benjolan sebenarnya adalah hal yang umum saat terjadi infeksi. Tetapi perubahan ini sayangnya juga dapat menjadi indikasi adanya limfoma ataupun leukemia.

  • Perubahan pada Payudara
    Perubahan di bawah ini tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga dapat terjadi pada payudara pria. Sekitar satu persen kanker payudara juga dapat terjadi pada pria dengan gejala yang serupa, yaitu dimulai dengan adanya benjolan pada payudara. Selain itu, gejala lain yang mungkin timbul adalah:
  1. Puting yang melesak.
  2. Kulit payudara berkerut atau kemerahan.
  3. Adanya cairan yang keluar dari puting.

Untuk memeriksakan diri lebih lanjut, kamu dapat meminta pemeriksaan fisik oleh dokter dan tes mamogram di rumah sakit terdekat.

  • Perut Kembung
    Perut kembung yang terasa terus-menerus diiringi perdarahan dari vagina atau penurunan berat badan secara signifikan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker ovarium. Tes darah, pemeriksaan panggul, atau USG diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan tersebut.
  • Rasa Sakit saat Menelan
    Rasa sakit saat menelan makanan merupakan hal biasa terutama jika kamu sedang batuk, tetapi kanker tenggorokan ataupun kanker perut juga memiliki gejala serupa, terutama jika disertai muntah atau penurunan berat badan. Suara yang berubah menjadi serak dalam jangka panjang juga harus diwaspadai.
  • Berat Badan Turun secara Drastis
    Penurunan berat badan hingga 4,5 kilogram atau lebih dalam waktu singkat tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu pertanda yang patut diwaspadai. Kanker pankreas, kanker perut, dan kanker paru-paru timbul dengan gejala awal berupa penurunan berat badan secara drastis tanpa usaha apa pun.
  • Nyeri Ulu Hati
    Nyeri ulu hati yang tidak kunjung reda dapat menjadi gejala adanya kanker ovarium, kanker tenggorokan, dan kanker perut.
  • Perubahan pada Mulut
    Kanker mulut yang sering terjadi pada perokok ditandai dengan adanya bercak kemerahan cerah di dalam mulut dan lidah. Dapat pula bercak yang berwarna putih. Kondisi ini disebut leukoplakia, yaitu masa prakanker yang disebabkan oleh iritasi berulang kali. Umumnya disebabkan oleh merokok, terutama perokok tembakau yang menggunakan pipa.
  • Demam Berkepanjangan
    Demam dapat terjadi karena kanker atau dampak penanganan kanker kepada sistem kekebalan tubuh. Leukemia ataupun kanker darah lain dapat diawali dengan gejala demam yang tidak kunjung sembuh.
  • Kelelahan yang Tidak Kunjung Reda
    Selalu merasa lelah meski sudah beristirahat secukupnya dapat menjadi gejala kanker, terutama jika disertai gejala lain, seperti darah pada tinja. Kelelahan ini dapat menjadi tanda bahwa kanker sedang berkembang.
  • Batuk dan Batuk Darah
    Batuk yang tidak kunjung reda dengan sendirinya hingga empat minggu dan disertai darah dapat menjadi gejala kanker paru-paru.
  • Gangguan Buang Air
    Berbagai perubahan yang terjadi seputar buang air dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius. Mengompol atau hasrat buang air kecil yang tidak dapat dikendalikan dan air kencing yang susah keluar dapat menjadi gejala-gejala kanker prostat. Adanya darah pada tinja dapat menjadi gejala hemoroid atau bahkan kanker usus. Sementara kencing darah bisa jadi gejala kanker ginjal atau kandung kemih. Diare dan konstipasi berkepanjangan juga wajib diperiksakan ke dokter.
  • Depresi dan Sakit Perut
    Waspada jika terdapat riwayat kanker pankreas di dalam keluarga. Depresi yang disertai dengan sakit perut berkepanjangan dapat menjadi gejala penyakit ini.
  • Rasa Sakit pada Bagian Tubuh Tertentu
    Nyeri yang dirasakan dapat menjadi pertanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain pada tubuh. Sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi salah satu gejala awal tumor otak. Sedangkan nyeri punggung dapat menjadi gejala kanker ovarium, kanker usus, ataupun kanker dubur. Nyeri sendi atau otot yang tidak kunjung hilang juga perlu diwaspadai.
  • Perdarahan di antara Waktu Menstruasi
    Perdarahan di luar waktu menstruasi kadang-kadang dapat menjadi pertanda adanya kanker endometrial atau kanker pada dinding rahim. Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi ini.
  • Perubahan pada Testikel
    Kanker testis yang menyimpan potensi terjadi hanya dalam semalam ini dapat diawali oleh benjolan pada testis pria.

Hal yang patut diingat, mengalami kondisi-kondisi di atas tidak serta-merta membuatmu pasti terdiagnosis mengidap kanker. Namun jika gejala-gejala di atas tidak kunjung reda atau bahkan memburuk, berarti sudah saatnya kamu memeriksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan penyakit yang lebih serius.

Diagnosis dan Pembagian Kanker

Semakin dini kanker terdiagnosis, maka semakin besar pula peluang sembuh bagi penderitanya. Karena itu sangat dianjurkan kepada orang yang memiliki risiko terkena kanker untuk berkonsultasi dengan dokter terkait faktor risiko yang dimiliki. Beberapa langkah diagnosis kanker yang umumnya dilakukan dokter adalah:

  1. Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menunjukkan tanda-tanda kanker bisa berupa pemeriksaan benjolan di bawah kulit, perubahan warna kulit, dan pembengkakan organ tubuh.
  2. Tes laboratorium. Pemeriksaan darah dan urine dapat dilakukan untuk mengecek kondisi tubuh yang abnormal. Contohnya adalah pada kasus leukemia, dimana dokter dapat melakukan tes laboratorium berupa penghitungan jumlah sel darah lengkap untuk mendiagnosis jumlah sel leukosit yang meningkat secara tidak normal.
  3. Tes pencitraan (imaging test). Tes ini berfungsi untuk memetakan organ dalam dan tulang tanpa melakukan pembedahan. Tes pencitraan yang dilakukan bisa berupa CT scan, scan tulang, MRI, PET scan, pemeriksaan ultrsound, foto Rontgen, dan lain-lain.
  4. Biopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan yang diduga mengalami kanker untuk diamati menggunakan mikroskop di laboratorium. Melalui mikroskop, struktur dari sampel jaringan tersebut dapat diamati secara lebih jelas. Sel-sel normal biasanya terlihat sebagai sel yang ukurannya seragam dan tersusun dengan rapi. Sedangkan pada sel-sel kanker, ukuran akan terlihat berbeda dan susunannya tidak rapi. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat dalam menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak.

Setelah dilakukan tes-tes tersebut dan pasien dipastikan menderita kanker, dokter akan menentukan tingkatan (stadium) kanker. Secara umum, pembagian stadium kanker adalah sebagai berikut:

  1. Stadium 1. Menandakan bahwa kanker berukuran kecil dan masih tetap ada di dalam organ tempat kanker bermula.
  2. Stadium 2. Menandakan bahwa kanker belum menyebar ke jaringan di sekitarnya, namun ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 1. Pada beberapa jenis kanker, stadium 2 berarti sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang paling dekat dengan organ kanker.
  3. Stadium 3. Ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 2 dan sel kanker sudah mulai menyebar ke jaringan atau organ lain, serta ke kelenjar getah bening di sekitar kanker.
  4. Stadium 4. Menandakan bahwa kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan lain.

Gejala Penyakit Tumor

Tumor dapat menyebabkan berbagai gejala. Beberapa gejala dan tanda klinis umumnya bisa berupa:

  1. Sering merasa tidak sehat.
  2. Merasa sangat lelah.
  3. Demam dan menggigil.
  4. Tidak nafsu makan.
  5. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  6. Berkeringat pada malam hari.

Meski demikian, tiap tumor memiliki indikasi berbeda-beda tergantung jenis dan lokasi pertumbuhannya. Contohnya, tumor otak dapat menyebabkan gejala sakit kepala tidak tertahankan, muntah-muntah secara mendadak, serta kejang-kejang. Sementara gejala tumor paru jinak dapat berupa batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya menjadi batuk darah, sesak napas, rasa nyeri di dada serta kelelahan.

Ada juga jenis tumor ganas yang bahkan tidak menyebabkan gejala hingga mencapai stadium lanjut, misalnya kanker serviks serta kanker hati. Karena itu, Anda disarankan untuk selalu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi yang terasa janggal meski sekilas tampak ringan.

Gejala Penyakit Kista

Gejala-gejala yg mampu ditimbulkan akibat kista yaitu:

  1. Nyeri terhadap pinggang ataupun perut yg bakal menjalar sampai punggung & paha. Jikalau kista yg ada ialah kista fungsional, sehingga nyeri ini hilang timbul tepat dengan siklus menstruasi.
  2. Nyeri dikala berhubungan seksual.
  3. Kalau kista teramat besar, perut sanggup terasa penuh atau kembungdan bakal menekan kandung kemih sampai memunculkan keluhan berkemih seperti susah menahan air kencing, buang air kecil tak lampias atau anyang-anyangan, & lain sebagainya.
  4. Mual, muntah.
  5. Jika kista pecah, bisa mengakibatkan peradangan terhadap rongga perut maka terasa nyeri perut yg teramat sangat.

Gejala Penyakit Miom

Sebagian wanita pernah memiliki miom dalam hidup mereka. Namun terkadang kondisi ini tidak diketahui oleh sebagian wanita yang mengalami karena tidak muncul gejala. Jika ada, gejala yang mungkin muncul akibat miom adalah:

  1. Masa menstruasi menyakitkan atau berlebih.
  2. Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.
  3. Rasa tidak nyaman, bahkan sakit, saat berhubungan seksual.
  4. Sering buang air kecil.
  5. Mengalami konstipasi.
  6. Keguguran, mengalami kemandulan, atau bermasalah pada masa kehamilan (sangat jarang terjadi).

Pengobatan Penyakit Kanker, Tumor, Kista, Dan Miom

Pengobatan ke empat penyakit ini tidak beda jauh, hamir semua metode pengbatnnya dengan cara yang sama.

Berbagai jenis pengobatan kanker, tumor, kista, dan mion sudah ditemukan dan digunakan untuk pasien penderitanya. Jenis pengobatan yang akan diterapkan dokter tergantung kepada beberapa hal, seperti jenis kanker, tumor,kista dan miom, stadium, letak penyakit, kondisi kesehatan pasien secara umum, serta permintaan pasien. Dokter akan memberikan pertimbangan terkait kelebihan dan risiko dari masing-masing pengobatan.

Tujuan Utama Pengobatan Kanker, Tumor, Kista Dan Miom Adalah Sebagai Berikut:

  • Penyembuhan pasien. Penyembuhan merupakan tujuan utama berbagai pengobatan kanker, tumor, kista dan miom yang dilakukan. Tercapainya tujuan ini atau tidak tergantung kepada banyak faktor-faktor, seperti jenis dan tingkat keganasan penyakit tersebut serta keadaan umum pasien.
  • Pengobatan primer. Tujuan dari pengobatan primer adalah membuang atau membunuh jaringan kanker, tumor, kista an miom yang ada di dalam tubuh secara keseluruhan tanpa ada sel yang tertinggal. Berbagai jenis pengobatan dapat digunakan agar sel kanker, tumor, kista dan miom dapat dihilangkan dari pasien, namun yang umumnya digunakan adalah pembedahan. Jika jenis penyakit pasien memiliki sensitivitas terhadap radioterapi atau kemoterapi, kedua jenis pengobatan tersebut dapat digunakan sebagai pengobatan primer.
  • Pengobatan adjuvan/tambahan. Tujuan pengobatan adjuvan adalah untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker, tumor, kista dan miom yang masih ada di dalam tubuh pasien pasca dilakukannya pengobatan primer. Pengobatan adjuvan juga dapat dilakukan untuk mencegah kanker, tumor, kista dan miom muncul kembali pada pasien. Pengobatan adjuvan yang umumnya digunakan adalah pengobatan kemoterapi, radioterapi dan terapi hormon.
  • Pengobatan paliatif. Tujuan pengobatan paliatif adalah untuk meringankan gejala dan efek samping dari pengobatan primer dan adjuvant, bukan untuk menyembuhkan.

Terdapat berbagai metode pengobatan kanker, tumor, kista, dan miom, yang dipilih berdasarkan jenis dan tingkat keganasan penyakit yang diderita pasien. Metode-metode yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Pembedahan. Tujuan pembedahan adalah untuk menghilangkan jaringan kanker, tumor, kista dan miom yang ada pada tubuh semaksimal mungkin.
  2. Kemoterapi. Merupakan pengobatan kanker, tumor, kista dan miom menggunakan senyawa kimia dalam bentuk obat-obatan.
  3. Radioterapi. Merupakan pengobatan kanker , tumor, kista dan miom dengan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi dapat menggunakan sinar radiasi dari luar tubuh (radiasi siner eksternal) atau ditanam di dalam tubuh pasien (brakiterapi).
  4. Transplantasi sel punca (stem cell). Transplantasi sel punca disebut juga cangkok sumsum tulang yang berperan memproduksi sel darah. Sel punca yang ditransplantasi dapat berasal dari pasien atau dari donor sel punca. Selain dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang mengalami kelainan atau keganasan, transplantasi sel punca dapat juga dilakukan untuk memberikan peluang bagi dokter menggunakan kemoterapi dengan dosis lebih tinggi pada jenis kanker lain.
  5. Imunoterapi. Imunoterapi dikenal juga sebagai terapi biologis yang bertujuan untuk membantu sistem imun dalam mengenali sel kanker kemudian membunuhnya. Sel kanker apabila tidak diperangi oleh sistem imun dapat menyebar tanpa terkendali dan membahayakan pasien.
  6. Terapi hormon. Beberapa jenis kanker, tumor, kista dan mio dapat muncul dengan dipicu oleh hormon seperti kanker payudara dan prostat. Menurunkan atau menghilangkan kadar hormon ini di dalam tubuh dapat menghentikan pertumbuhan jaringan kanker.
  7. Targeted drug therapy. Pemberian obat-abatan yang mampu mematikan sel-sel yang abnormal saja, tanpa menyerang sel yang sehat.

Baik kanker, tumor, kista, miom, dan pengbatannya dapat melemahkan daya tahan tubuh seseorang. Penyakit tersebut dapat melemahkan sistem imun jika sel-sel kanker menyebar ke sumsum tulang tempat sel darah putih diproduksi. Umumnya kanker jenis leukemia dan limfoma dapat melemahkan sistem imun namun beberapa jenis kanker lain juga dapat ikut melemahkan sistem imun.

Seperti pengobatan penyakit lainnya, pengobatan kanker, tumor, kista dan miom memiliki efek samping terhadap tubuh. Salah satu efek sampingnya adalah menurunkan jumlah sel darah dalam tubuh dan memperlambat produksi darah. Pada awal pengobatan, jumlah sel darah putih akan mengalami penurunan. Dalam kondisi normal, sel darah putih yang mengalami kematian akan digantikan dengan sel darah putih yang baru selama seminggu atau dua minggu. Akan tetapi pengobatan kanker, tumor, kista dan miom yang sedang dijalani dapat memperlambat proses regenerasi sel darah putih. Kondisi ini dapat melemahkan sistem imun pasien sehingga pasien lebih mudah terkena infeksi sekunder akibat lemahnya sistem imun.

Sel darah merah normalnya memiliki umur sekitar tiga bulan sehingga proses regenerasi sel darah merah lebih lambat dibanding sel darah putih. Pengobatan kanker, tumor, kista dan miom terutama kemoterapi dapat menurunkan jumlah sel darah merah sehingga orang yang tidak memiliki risiko anemia dapat terkena anemia. Jika jumlah sel darah merah sangat sedikit, dapat dilakukan transfusi darah bagi pasien.

Saran Pengobatan Penyakit Kanker, Tumor, Kista Dan Miom

Adapun pengobatan penyakit kanker, tumor, kista dan miom dengan cara alterntif, yaitu dengan herbal. Ramuan herbal yang terbuat dari tanaman herbal alami juga dapat membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, kista dan miom. Salah satu tanaman yang di racik untuk mengobati penyakit kanker, tumor, kista an miom adalah daun zirzax, dan keladi tikus.

Kini sudah banyak daun zirzak dan keladi tikus yang di ekstrak. Pernyataan ini membuktikan bahwa tanaman herbal zirzak dan kelai tikus dapat membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, kista dan miom.

Kami dari De Nature Indonesia akan membantu anda untuk proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, kista dan miom yang sedang anda derita dengan kapsul herbal yang terbuat dari tanaman herbal zirzak dan kelai tikus.

Insyaallah atas izin allah melalui herbal dari De Nature Indonesia bisa membantu proses pengobatan penyakit kanker, tumor, kista dan miom yang sedang anda derita.

Bagaimana Cara Untuk Pemesanan Herbal Tersebut?

Jika anda ingin memesan obat herbal terebut, silahkan anda isikan format pemesanan sebagai berikut :

Contoh Format Pemesanan

Nama : Syarifuddin
Alamat : Jl.Cendana Asri no.12, Magelang, Yogyakarta
No.HP : 0813 9388 8301
Obat Penyakit : Kanker Paket 1 Bulan

Jika anda sudah mengisi format seperti diatas, lalu silahkan kirimkan format pemesanannya via WhatsApp 0813 9388 8301/0812 2525 5587 Atau via SMS 0813 9388 8301.

Setelah itu kami akan membalas pemesanan anda dengan mencantumkan biaya obat herbal dan ongkos kirimnya. Setelah anda menerima balasan dari kami, silahkan anda melakukan pembayaran terlebih dahulu agar dapat di proses secepat mungkin.

Transfer/Pembayaran Melalui Bank :

Jika anda sudah melakukan pebayaran, silahkan anda isi konfirmasi pembayaran sebgai berikut :

Nama : Syarifuddin
Alamat : Jl.Cendana Asri no.12, Magelang, Yogyakarta
No.HP : 0813 9388 8301
Obat Penyakit : Kanker Paket 1 Bulan
Sudah Membayar Via Bank BCA Rp.1.175.000,- A.N. Syarifuddin.

“Proses Pengiriman Akan Segera Di Laksanakan”

Demikian penjejalan dari kami tentang penyakit kanker, tumor, kista dan miom yang sedang anda derita. Segera lakukan proses pengobatan penyakit yang sedang anda derita agar tidak semakin parah dan berisiko tinggi.

Open Konsultasi 24 Jam
0813 9388 8301 [WhatsApp/TLP/SMS]
0812 2525 5587 [WhatsApp Only]
0819 7722 6071 [TLP/SMS]

~~ooOoo~~

Related Posts:

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS


2014 - Solusi Herbal Manjur