Cara Mengobati Penyakit Kanker Secara Alami - Solusi Herbal Manjur

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS

Cara Mengobati Penyakit Kanker Secara Alami

Cara Mengobati Penyakit Kanker Secara Alami

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:

  • Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
  • Menyerang jaringan biologis di dekatnya.
  • Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis. 

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Kanker menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak jenis kanker dibanding faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Setiap sel tubuh memiliki pusat pengendali yang bernama nukleus. Nukleus terdiri serangkaian rantai DNA yang berfungsi sebagai pengatur sifat dan cara kerja masing-masing sel, termasuk untuk membelah diri.

Normalnya, sel akan membelah diri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan dengan sifat genetik pada sel yang normal. Namun pada saat terjadi mutasi pada sel, informasi genetik sel dalam rantai DNA mengalami kerusakan, tercetak ganda atau bahkan hilang, pada saat proses pembelahan sel. Pada kanker, terjadi mutasi di mana sel-sel akan membelah diri terlalu banyak sehingga akan membentuk jaringan tumor.

Berdasarkan jenis sel yang terserang, kanker dapat dibagi menjadi 5 kelompok yaitu:

  1. Karsinoma, kanker yang berasal dari jaringan kulit atau jaringan lapisan luar organ dalam. Karsinoma dibagi menjadi beberapa subtipe antara lain adenokarsinoma, kanker sel basal, kanker sel skuamosa, dan kanker sel transisi.
  2. Sarkoma, kanker yang berasal dari jaringan ikat seperti jaringan tulang, jaringan tulang rawan, jaringan lemak, jaringan otot, dan jaringan pembuluh darah.
  3. Leukemia, kanker yang berasal dari jaringan pembentuk darah seperti sumsum tulang. Kanker jenis ini menyebabkan produksi sel darah secara berlebihan yang akan kemudian dilepaskan ke aliran darah.
  4. Limfoma dan Mieloma, kanker yang berasal dari sel-sel pada sistem kekebalan tubuh.
  5. Kanker di otak dan sumsum tulang belakang, yaitu kanker yang berasal dari jaringan sistem saraf pusat.

Selain pegelompokan tersebut, kanker juga dibagi sesuai dengan organ tempat asal jaringan kanker berkembang seperti misalnya kanker paru-paru atau kanker payudara.

Penyebab Penyakit Kanker

Penyebab utama kanker adalah mutasi DNA pada sel, sehingga sel memecah diri dengan kecepatan melebihi normal. Akhirnya, terjadi penumpukan sel-sel baru yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Sel baru ini akan terus tumbuh menjadi dewasa untuk kemudian membelah diri lagi, dan begitu seterusnya.

Selain itu, mutasi juga terjadi pada gen yang bertugas untuk memperbaiki kerusakan DNA. Normalnya, gen ini berfungsi untuk melihat kelainan apa saja yang terjadi di DNA sel, kemudian memperbaikinya. Karena gen tersebut mengalami mutasi, gen ini tidak mampu memperbaiki kelainan-kelainan yang ada dalam sel hingga akhirnya sel-sel tersebut menjadi bersifat ganas.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi pada sel normal, dan bisa berasal dari dalam maupun luar sel.

Mutasi yang berasal dari dalam sel umumnya didapat secara genetis dari orang tua. Sedangkan faktor penyebab dari luar sel, yang paling umum adalah paparan oleh zat-zat yang dapat memicu terjadinya mutasi (mutagen). Beberapa zat yang termasuk ke dalam golongan mutagen antara lain:

  • Rokok
  • Radiasi
  • Virus
  • Bahan kimia karsinogenik
  • Hormon

Mutasi karena faktor eksternal dapat juga disebaban oleh faktor lain seperti obesitas, inflamasi kronis dan kurangnya aktivitas fisik. Secara umum, faktor-faktor eksternal lebih berisiko untuk menyebabkan sel mengalami mutasi dibandingkan dengan faktor internal.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena kanker adalah sebagai berikut:

  1. Usia. Perkembangan kanker pada seseorang dapat terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, karena itu kebanyakan penderita kanker adalah para lansia di atas umur 65 tahun. Meskipun begitu, kanker juga dapat dialami oleh siapapun tanpa memandang usia.
  2. Riwayat Keluarga. Mutasi genetik dapat diwariskan dari orangtua. Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang menjadi penderita kanker, ada kemungkinan orang tersebut memiliki risiko terkena kondisi yang sama. Dianjurkan bagi orang yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga untuk menjalani tes genetik guna memeriksa adanya mutasi genetik turunan pada orang tersebut.
  3. Kondisi Kesehatan Kronis. Beberapa penyakit kronis dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Seperti misalnya kolitis ulseratif dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar pada seseorang.
  4. Lingkungan. Faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada seseorang. Contohnya adalah senyawa kimia berbahaya seperti asbestos atau benzena. Merokok juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, terutama kanker paru-paru.
  5. Infeksi. Beberapa virus dapat menjadi penyebab atau peningkat risiko terjadinya kanker. Contohnya adalah virus hepatitis B dan C yang dapat menyebabkan terjadinya kanker hati. Selain itu, infeksi virus HPV (human papilloma virus) pada wanita dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks.
  6. Gangguan Sistem Imun. Penderita gangguan sistem imun atau orang dengan sistem imun yang lemah lebih mudah terkena kanker dibanding orang sehat. Gangguan sistem imun dapat berasal dari infeksi seperti HIV/AIDS atau obat-obatan yang menekan daya tahan tubuh

Gejala Penyakit Kanker

Gejala yang timbul akibat kanker sangat bervariasi bergantung kepada jenis kanker yang dialami serta organ tubuh yang terena kanker. Beberapa gejala yang umum yang dialami oleh penderita kanker adalah:

  • Kelelahan dan merasa lemas.
  • Perubahan berat badan tanpa dikehendaki, dapat berupa penurunan atau kenaikan berat badan.
  • Munculnya benjolan atau penebalan yang terasa di bawah kulit.
  • Perubahan pada kulit, seperti menguning, menggelap, atau memerah. Dapat juga berupa kelainan atau luka yang nyeri dan tidak kunjung sembuh.
  • Demam dan keringat malam dalam jangka waktu lama.
  • Perdarahan dan memar yang tidak jelas sebabnya.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, terutama gejala-gejala yang menetap dalam jangka waktu lama, dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke doker. Faktor risiko dan riwayat kanker dalam keluarga juga perlu dikonsultasikan agar dapat dilakukan pemeriksaan skrining rutin, sehingga kanker dapat terdiagnosa sejak dini.

Diagnosis dan Pembagian Kanker

Semakin dini kanker terdiagnosis, maka semakin besar pula peluang sembuh bagi penderitanya. Karena itu sangat dianjurkan kepada orang yang memiliki risiko terkena kanker untuk berkonsultasi dengan dokter terkait faktor risiko yang dimiliki. Beberapa langkah diagnosis kanker yang umumnya dilakukan dokter adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menunjukkan tanda-tanda kanker bisa berupa pemeriksaan benjolan di bawah kulit, perubahan warna kulit, dan pembengkakan organ tubuh.
  • Tes laboratorium. Pemeriksaan darah dan urine dapat dilakukan untuk mengecek kondisi tubuh yang abnormal. Contohnya adalah pada kasus leukemia, dimana dokter dapat melakukan tes laboratorium berupa penghitungan jumlah sel darah lengkap untuk mendiagnosis jumlah sel leukosit yang meningkat secara tidak normal.
  • Tes pencitraan (imaging test). Tes ini berfungsi untuk memetakan organ dalam dan tulang tanpa melakukan pembedahan. Tes pencitraan yang dilakukan bisa berupa CT scan, scan tulang, MRI, PET scan, pemeriksaan ultrsound, foto Rontgen, dan lain-lain.
  • Biopsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan yang diduga mengalami kanker untuk diamati menggunakan mikroskop di laboratorium. Melalui mikroskop, struktur dari sampel jaringan tersebut dapat diamati secara lebih jelas. Sel-sel normal biasanya terlihat sebagai sel yang ukurannya seragam dan tersusun dengan rapi. Sedangkan pada sel-sel kanker, ukuran akan terlihat berbeda dan susunannya tidak rapi. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat dalam menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak.

Setelah dilakukan tes-tes tersebut dan pasien dipastikan menderita kanker, dokter akan menentukan tingkatan (stadium) kanker. Secara umum, pembagian stadium kanker adalah sebagai berikut:

  1. Stadium 1. Menandakan bahwa kanker berukuran kecil dan masih tetap ada di dalam organ tempat kanker bermula.
  2. Stadium 2. Menandakan bahwa kanker belum menyebar ke jaringan di sekitarnya, namun ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 1. Pada beberapa jenis kanker, stadium 2 berarti sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang paling dekat dengan organ kanker.
  3. Stadium 3. Ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 2 dan sel kanker sudah mulai menyebar ke jaringan atau organ lain, serta ke kelenjar getah bening di sekitar kanker.
  4. Stadium 4. Menandakan bahwa kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan lain.

Selain sistem tingkatan stadium, dikenal pula dengan sistem tingkatan TNM yang rinciannya adalah sebagai berikut:

  1. T (Tumor). Menggambarkan ukuran kanker dan penyebaran kanker ke jaringan sekitar. Untuk menggambarkan ukuran kanker digunakan nomor 1, 2, 3, 4, dengan nomor 1 yang menandakan ukuran terkecil dan 4 yang paling besar.
  2. N (Nodus). Menggambarkan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening (nodus limfa) di sekitar kanker. Untuk menggambarkan penyebaran kanker digunakan nomor 0, 1, 2, 3 dengan 0 menandakan kanker belum menyebar ke nodus limfa dan 3 menandakan sudah banyak nodus limfa yang terkena kanker.
  3. M (Metastasis). Menggambarkan penyebaran kanker ke organ lain. Angka 0 menandakan kanker belum menyebar ke organ lain dan angka 1 menandakan kanker sudah menyebar ke organ lain.

Dalam kasus kanker yang terdiagnosis di stadium awal, dapat ditemukan suatu kondisi berupa kumpulan sel yang abnormal di dalam tubuh. Kumpulan sel tesebut dapat berkembang menjadi kanker di waktu yang akan datang, namun terlalu kecil untuk membentuk suatu tumor. Kondisi ini dinamakan displasia atau karsinoma in situ yang dalam pembagian tingkatan kanker disebut kanker stadium 0.

Beberapa dokter menyebut kondisi ini sebagai kanker non-invasif. Karsinoma in situ umumnya sulit terdeteksi dikarenakan ukurannya yang sangat kecil, kecuali di tempat yang mudah terlihat (misalnya di kulit). Beberapa jenis pemeriksaan skrining juga dapat mendeteksi karsinoma in situ pada payudara atau leher rahim.

Penentuan tingkat keganasan dan penyebaran kanker merupakan bagian yang sangat penting di dalam diagnosis kanker karena akan menentukan jenis pengobatan yang paling efektif untuk pasien.

Pengobatan Penyakit Kanker

Berbagai jenis pengobatan kanker sudah ditemukan dan digunakan untuk pasien penderita kanker. Jenis pengobatan yang akan diterapkan dokter tergantung kepada beberapa hal, seperti jenis kanker, stadium kanker, letak kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum, serta permintaan pasien. Dokter akan memberikan pertimbangan terkait kelebihan dan risiko dari masing-masing pengobatan.
Tujuan utama pengobatan kanker adalah sebagai berikut:

  1. Penyembuhan pasien. Penyembuhan merupakan tujuan utama berbagai pengobatan kanker yang dilakukan. Tercapainya tujuan ini atau tidak tergantung kepada banyak faktor-faktor, seperti jenis dan tingkat keganasan kanker serta keadaan umum pasien.
  2. Pengobatan primer. Tujuan dari pengobatan primer adalah membuang atau membunuh jaringan kanker yang ada di dalam tubuh secara keseluruhan tanpa ada sel yang tertinggal. Berbagai jenis pengobatan dapat digunakan agar sel kanker dapat dihilangkan dari pasien, namun yang umumnya digunakan adalah pembedahan. Jika jenis kanker pasien memiliki sensitivitas terhadap radioterapi atau kemoterapi, kedua jenis pengobatan tersebut dapat digunakan sebagai pengobatan primer.
  3. Pengobatan adjuvan/tambahan. Tujuan pengobatan adjuvan adalah untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang masih ada di dalam tubuh pasien pasca dilakukannya pengobatan primer. Pengobatan adjuvan juga dapat dilakukan untuk mencegah kanker muncul kembali pada pasien. Pengobatan adjuvan yang umumnya digunakan adalah pengobatan kemoterapi, radioterapi dan terapi hormon.
  4. Pengobatan paliatif. Tujuan pengobatan paliatif adalah untuk meringankan gejala dan efek samping dari pengobatan primer dan adjuvant, bukan untuk menyembuhkan.
    Terdapat berbagai metode pengobatan kanker, yang dipilih berdasarkan jenis dan tingkat keganasan kanker yang diderita pasien.

Metode-metode yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Pembedahan. Tujuan pembedahan adalah untuk menghilangkan jaringan kanker yang ada pada tubuh semaksimal mungkin.
  2. Kemoterapi. Merupakan pengobatan kanker menggunakan senyawa kimia dalam bentuk obat-obatan.
  3. Radioterapi. Merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi dapat menggunakan sinar radiasi dari luar tubuh (radiasi siner eksternal) atau ditanam di dalam tubuh pasien (brakiterapi).
  4. Transplantasi sel punca (stem cell). Transplantasi sel punca disebut juga cangkok sumsum tulang yang berperan memproduksi sel darah. Sel punca yang ditransplantasi dapat berasal dari pasien atau dari donor sel punca. Selain dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang mengalami kelainan atau keganasan, transplantasi sel punca dapat juga dilakukan untuk memberikan peluang bagi dokter menggunakan kemoterapi dengan dosis lebih tinggi pada jenis kanker lain.
  5. Imunoterapi. Imunoterapi dikenal juga sebagai terapi biologis yang bertujuan untuk membantu sistem imun dalam mengenali sel kanker kemudian membunuhnya. Sel kanker apabila tidak diperangi oleh sistem imun dapat menyebar tanpa terkendali dan membahayakan pasien.
  6. Terapi hormon. Beberapa jenis kanker dapat muncul dengan dipicu oleh hormon seperti kanker payudara dan prostat. Menurunkan atau menghilangkan kadar hormon ini di dalam tubuh dapat menghentikan pertumbuhan jaringan kanker.
  7. Targeted drug therapy. Pemberian obat-abatan yang mampu mematikan sel-sel yang abnormal saja, tanpa menyerang sel yang sehat.

Baik kanker maupun pengobatan kanker dapat melemahkan daya tahan tubuh seseorang. Kanker dapat melemahkan sistem imun jika sel-sel kanker menyebar ke sumsum tulang tempat sel darah putih diproduksi. Umumnya kanker jenis leukemia dan limfoma dapat melemahkan sistem imun namun beberapa jenis kanker lain juga dapat ikut melemahkan sistem imun.

Seperti pengobatan penyakit lainnya, pengobatan kanker memiliki efek samping terhadap tubuh. Salah satu efek sampingnya adalah menurunkan jumlah sel darah dalam tubuh dan memperlambat produksi darah. Pada awal pengobatan, jumlah sel darah putih akan mengalami penurunan. Dalam kondisi normal, sel darah putih yang mengalami kematian akan digantikan dengan sel darah putih yang baru selama seminggu atau dua minggu. Akan tetapi pengobatan kanker yang sedang dijalani dapat memperlambat proses regenerasi sel darah putih. Kondisi ini dapat melemahkan sistem imun pasien sehingga pasien lebih mudah terkena infeksi sekunder akibat lemahnya sistem imun.

Sel darah merah normalnya memiliki umur sekitar tiga bulan sehingga proses regenerasi sel darah merah lebih lambat dibanding sel darah putih. Pengobatan kanker terutama kemoterapi dapat menurunkan jumlah sel darah merah sehingga orang yang tidak memiliki risiko anemia dapat terkena anemia. Jika jumlah sel darah merah sangat sedikit, dapat dilakukan transfusi darah bagi pasien.

Trombosit (keping darah) juga dapat mengalami penurunan akibat pengobatan kanker. Gejala penurunan keping darah dapat diamati dari terjadinya mimisan, memar, atau ruam berwarna merah pada kulit. Efek samping ini dapat diatasi dengan memberikan transfusi trombosit kepada penderita. Umumnya setelah pasien menerima kemoterapi dalam jangka panjang, trombosit membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bertambah ke jumlah normal dibandingkan sel darah lainnya.

Saran Pengobatan Penyakit Kanker

Adapun pengobatan penyakit kanker dengan cara alterntif, yaitu dengan herbal. Ramuan herbal yang terbuat dari tanaman herbal alami juga dapat membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, kista dan miom. Salah satu tanaman yang di racik untuk mengobati penyakit kanker, tumor, kista an miom adalah daun zirzax, dan keladi tikus.

Kini sudah banyak daun zirzak dan keladi tikus yang di ekstrak. Pernyataan ini membuktikan bahwa tanaman herbal zirzak dan kelai tikus dapat membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, kista dan miom.

Kami dari De Nature Indonesia akan membantu anda untuk proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, kista dan miom yang sedang anda derita dengan kapsul herbal yang terbuat dari tanaman herbal zirzak dan kelai tikus.

KONSULTASI 24 JAM
0813 9388 8301 [WhatsApp/TLP/SMS]
0812 2525 5587 [WhatsApp]

Insyaallah atas izin allah melalui herbal dari De Nature Indonesia bisa membantu proses pengobatan penyakit kanker, tumor, kista dan miom yang sedang anda derita.

Daun Sirsak

Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Melalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal.
“Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,” katanya.

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan,” katanya lagi.

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

Kini banyak tersedia Daun Sirsak yang sudah di ekstrak sehingga memudahkan anda dalam mengkonsumsinya

Keladi Tikus

Bagaimana mekanisme keladitikus mengatasi sel kanker? ‘Keladitikus mampu memblokir perkembangan sel-sel kanker dan tumor,’ kata Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang meresepkan keladitikus. Menurut Lina Mardiana keladitikus menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus meningkatkan stamina pasien.

Dr Dyah Iswantini, periset di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, membuktikan keladitikus sebagai antikanker. Dyah meneliti daya hambat ekstrak air dan etanol keladitikus terhadap aktivitas tirosin kinase. Enzim tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia.

Daya hambat ekstrak etanol dan air panas berkonsentrasi 700 ppm melebihi daya hambat genistein-senyawa antikanker. Sedangkan ekstrak keladitikus dengan air demineralisasi menghambat 76,10% enzim tirosin; daya hambat genistein Cuma 12,89%. ‘Adanya daya hambat itu menunjukkan keladitikus berpotensi sebagai antikanker,’ kata Dyah.

Riset itu sejalan dengan penelitian Peni Indrayudha dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia membuktikan ekstrak natriumklorida daun keladitikus mengandung Ribosom Inactivating Proteins (RIPs). Peni menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak daun Typhonium flagelliforme pada suhu kamar selama 1 jam.

Ekstrak daun keladitikus terbukti memotong rantai DNA sel kanker sehingga berbentuk menjadi nick circular alias lingkaran semu sebagaimana tampak di bawah sinar ultraviolet. RIPs merupakan protein dengan aktivitas mampu memotong rantai DNA atau RNA sel. Dampaknya pembentukan protein sel pun terhambat sehingga sel kanker gagal berkembang.

Pada pengobatan, RIPs menonaktifkan perkembangan sel kanker dengan cara merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Selain itu RIPs juga memblokir pertumbuhan sel kanker. Ekstrak keladitikus yang mengandung RIPs mampu memotong rantai DNA sel kanker.

Kini banyak tersedia Keladi Tikus yang sudah di ekstrak sehingga memudahkan anda dalam mengkonsumsinya

Pasien yang terhormat, kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga anda konsultasi dengan kami dan mengkonsumsi jamu tradisional untuk membantu menjaga stamina, guna membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Kami sarankan untuk hasil yang lebih maksimal selain Pengobatan Medis, anda bisa mengkonsumsi sirsak anda bisa mengkombinasikannya dengan Keladi tikus baik dengan merebus sendiri atau yang sudah di ekstraks dalam bentuk kapsul.

KONSULTASI 24 JAM
0813 9388 8301 [WhatsApp/TLP/SMS]
0812 2525 5587 [WhatsApp]

Mengkonsumsi Ziirzak De Nature yang dikombinasikan dengan Ekstrak keladi Tikus ternyata mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita kanker.

Alhamdulillah produk herbal dari denature indonesia sudah memiliki ijin dari kementrian kesehatan, sudah mendapatkan ijin edar dan sudah memenuhi standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ) dari BPOM.

Bagaimana Cara Untuk Pemesanan Herbal Tersebut?

Jika anda ingin memesan obat herbal terebut, silahkan anda isikan format pemesanan sebagai berikut :

Contoh Format Pemesanan
Nama : Syarifuddin
Alamat : Jl.Cendana Asri no.12, Magelang, Yogyakarta
No.HP : 0813 9388 8301
Obat Penyakit : Kanker Paket 1 Bulan

Jika anda sudah mengisi format seperti diatas, lalu silahkan kirimkan format pemesanannya via WhatsApp 0813 9388 8301/0812 2525 5587 Atau via SMS 0813 9388 8301.

Setelah itu kami akan membalas pemesanan anda dengan mencantumkan biaya obat herbal dan ongkos kirimnya. Setelah anda menerima balasan dari kami, silahkan anda melakukan pembayaran terlebih dahulu agar dapat di proses secepat mungkin.

Transfer/Pembayaran Melalui Bank :

Jika anda sudah melakukan pebayaran, silahkan anda isi konfirmasi pembayaran sebgai berikut :

Nama : Syarifuddin
Alamat : Jl.Cendana Asri no.12, Magelang, Yogyakarta
No.HP : 0813 9388 8301
Obat Penyakit : Kanker Paket 1 Bulan
Sudah Membayar Via Bank BCA Rp.1.175.000,- A.N. Syarifuddin.

“Proses Pengiriman Akan Segera Di Laksanakan”

Demikian penjejalan dari kami tentang penyakit kanker, tumor, kista dan miom yang sedang anda derita. Segera lakukan proses pengobatan penyakit yang sedang anda derita agar tidak semakin parah dan berisiko tinggi.

Open Konsultasi 24 Jam
0813 9388 8301 [WhatsApp/TLP/SMS]
0812 2525 5587 [WhatsApp Only]

~~ooOoo~~

Cara Mengobati Penyakit Kanker Secara Alami
Artikel "Cara Mengobati Penyakit Kanker Secara Alami" ditulis oleh admin update terakhir pada 12th Februari 2018 Categories: kanker, Kanker Payudara Tags: , , , , , , , , , , , , permalinks http://selusiherbal.com/2018/02/12/cara-mengobati-penyakit-kanker-secara-alami/ di Solusi Herbal Manjur

Related Posts:

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS


2014 - Solusi Herbal Manjur